Doraemooon

Tuesday, 9 September 2014

Yuk Nak, Kita Berpuasa...!



               Perkembangan setiap anak berbeda dan unik, jadi tak ada patokan usia tepat mengajarkan anak berpuasa. Yang dapat anda lakukan mengenalkannya sedini mungkin.
                Balita 1-3 tahun berbeda fase konkret-operasional, baru dapat memahami segala yang berwujud, konkrit, dapat dilihat, di pegang dan di rasakan. Sehingga, mereka belum pahan arti puasa,tujuan puasa dan konsekuensi dari puasa. Baru diusia 3-5 tahun, balita baru memahami arti puasa, tidak makan dan tidak minum. Demikian pula, di bulan puasa ada beberapa ritual ibadah yang di lakukan bersama-sama, seperti shalat tarawih berjamaah di masjid, mengikuti ceramah menjelang buka puasa, buka puasa bersama, sahur, dll. Tidak perlu gusar, jika balita terus menerus bertanya, meskipun sudah di jelaskan berkali-kali. Karena memang itulah tahap perkembangan kognitif balita.
                Berdasarkan pada perkembangan pemahaman dan kognitif itulah orangtua perlu mengajarkan puasa. Tak perlu memaksakan balita paham bahwa sahur hanya dilakukan pada dini hari dan buka pada siang hari sesukanya. Biasanya di usia prasekolah, balita mulai lebh memahami puasa dan mulai dapat biasakan berpuasa. Tentu sesuai kemampuan anak. Yang harus di ingat, ciptakan suasana menyenangkan saat anak pertama kali berpuasa. Agar anak merakam pengalaman positif ibadah puasa. Sehingga anda akan lebih mudah memotipasinya berpuasa tahun depan, termasuk juga melakukan ibadah-ibadah lainnya.
                Anda dapat mengajarkan anak berpuasa 4-5 jam. Lalu ketika anda merasabalita cukup kuat berpuasa hingga pukul 10.00, perpanjang secara bertahap menjadi pukul 12.00. Lakukan ini di ahun pertamanya dia berpuasa. Ditahun ke dua, anda bisa mencoba mengajarkannya berpuasa sehari penuh. Inipun harus di lakukan perlahan. Jika di tengah hari ia tampak rewel dan tidak kuat, anda bisa memberikannya makanan kecil,kemudian puasabisa dilanjutkan kembali sampai sore. Lama kelamaan balita akan kuat dan akhirnya bisa berpuasa sehari penuh.
                Seringakali balita mengatakan ingin berpuasa sehari penuh, tapi ternyata ia makan di siang hari. Jangan patahkan semangatnya dan mengejek kekalahannya. Tetap hargai usahanya untuk berpuasa, sambil terus di bimbing untuk melakuakan puasa yang benar. Jika perlu anda bisa memberikannya sebuah "hadiah" menu buka puasa favoritnya jika ia mampu berpuasa sesua target. Hal ini bisa memacu semangatnya untuk berpuasa. Seiring usia anda bisa menanamkan makna dan tujuan puasa yang sesungguhnya pada balita.
                Hal penting yang harus di lakukan orang tua adalah memberi contoh, Hindari menunjukan "penderitaan" dan rasa lemas anda ketika berpuasa. Sebaliknya, tunjukan puasa itu adalah hal yang menyenangkan dan jangan mengeluh. Tetap menjalani aktivatas anda seperti biasa, agar balita juga termotivasi untuk tidak bermals-malasan dan tetap semangat ketika berpuasa.

No comments:

Post a Comment